Hipnosis dan Hipnoterapi

c700x420

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:501), makna kata “hipnosis” adalah keadaan seperti tidur karena sugesti, yang pada taraf permulaan orang itu dibawah pengaruh orang yang memberikan sugestinya, tetapi pada taraf berikutnya menjadi tidak sadar sama sekali.

Definisi Hypnosis

Definisi hypnosis atau hipnosis menurut U.S. Dept. of Education, Human Services Division : “hypnosis is the by-pass of the critical factor of the conscious mind followed by the establishment of acceptable selective thinking” atau “hipnosis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar diikuti dengan diterimanya suatu pemikiran selektif (sugesti).”

Sedangkan definisi hipnosis menurut Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology : “Hypnosis is psychoneurophysiology science based scientifically on brainwave frequency and amplitude changes from beta state to delta state resulting in enhancing and increasing focus, magnified concentration, and receptivity towards any mental message given to the subconscious” (hipnosis adalah ilmu psikoneurofisiologis yang secara saintifik berdasarkan pada perubahan frekuensi dan amplitudo gelombang otak dari kondisi beta ke kondisi delta yang mengakibatkan meningkatnya fokus, konsentrasi, dan penerimaan terhadap pesan-pesan mental yang diberikan kepada pikiran bawah sadar).

Sementara menurut Yan Nurindra – President  The Indonesian Board Of Hypnotherapy (IBH) bahwa : Hypnosis adalah tentang segala sesuatu yang terkait dengan pengetahuan tentang pemodelan kesadaran (Conscious Mind dan Subconscious Mind), fenomena Trance, kekuatan sugesti, dan berbagai teknik dasar untuk membawa seseseorang ke kondisi Trance.

Mengacu pada definisi di atas maka kondisi hipnosis sesungguhnya adalah kondisi kesadaran khusus (altered state of consciousness) di mana pikiran berada dalam kondisi yang sangat reseptif sehingga dapat dilakukan perubahan atau modifikasi berbagai program pikiran dengan cepat, mudah, dan bersifat permanen.

Apa itu kondisi Hipnosis ?

Dalam literatur hypnosis, sebenarnya, kondisi hypnosis adalah kondisi atau keadaan saat manusia cenderung lebih ”sugestif”. Ketika berada dalam kondisi seperti itu, berarti seseorang dengan mudah menerima informasiatau saran-saran dari orang lain. Jika saran itu positif, hal itu akan bermanfaat dan menjadi nilai-nilai baru yang dapat mengubah pola-pola lama yang ada dalam diri seseorang. Namun, kondisi hypnosis dapat bervariasi sesuai dengan situasi dan kondisi seseorang.

The-Super-Conscious-Mind-and-Happiness

Kondisi Hypnosis juga merupakan sebuah ”kondisi” ketika seseorang dapat menyerap informasi dengan cepat, yang merupakan bagian dari konsentrasi. Semakin seseorang masuk ke dalam ”kondisi hypnosis” tersebut, tingkat sugestivitasnya, seperti daya serap, daya ingat dan daya pikir, juga semakin baik. Artinya, potensi-potensi panca inderanya jauh lebih aktif daripada biasanya.

Kondisi hypnosis yang dimaksud memiliki level-level sugestif, mulai dari sugestif ringansugestif sedang, sampai sugestif dalam (deep hypnosis).

Level sugestif ringan berarti seseorang sudah mulai menerima, mencerna, dan merekam sebuah informasi positif dengan mudah ke dalam memori. Pada level sugestif sedang, seseorang menerima informasi positif jauh lebih cepat daripada sugestif ringan.

Sementara itu, pada level sugestif dalam yang disebut juga dengan “kondisi trance”, seseorang dapat menerima dan memahami sebuah informasi terkini dengan mudah. Bahkan, ia dapat langsung memahami secara cepat maksud dari informasi tersebut (automatic answer).

Berikut ini garis besar ciri-ciri kondisi hypnosis yang dideskripsikan oleh pakar Hypnosis/Hypnotherapy :

  1. Perhatian yang terpusat/fokus tunggal (ke dalam kondisi internal);
  2. Relaksasi kondisi fisik;
  3. Peningkatan kemampuan sebagian atau seluruh pancaindra;
  4. Pengendalian refleks dan aktivitas fisik;
  5. Respons (untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu) terhadap pengaruh pasca hypnosis.

Apakah manfaat Hipnosis ?

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, persepsi masyarakat terhadap hypnosis secara perlahan-lahan telah bergeser dari persepsi negatif menjadi positif. Pandangan hypnosis tentang hal-hal yang berhubungan dengan unsur magis, mistis dan berkaitan dengan kuasa kegelapan, secara perlahan-lahan telah bergeser menjadi logis, dan ilmiah. Ini dikarenakan metodologi pembelajaran hypnosis memudahkan setiap orang dalam mempelajarinya.

Manfaat hypnosis sebenarnya telah dirasakan di berbagai bidang kehidupan mulai dari pelajar, pengajar dan berbagai praktisi medis telah menerapkan hypnosis untuk meningkatkan kualitas diri; memotivasi diri; mengatasi berbagai gangguan emosional; membantu proses penyembuhan; meningkatkan prestasi seseorang, memudahkan praktisi medis dalam penanganan kepada pasien, dll.

Mengenal Hipnoterapi

Hypnotherapy merupakan terapi yang dilakukan pada oleh seorang hypnotherapist kepada clientnya dalam kondisi hypnosis. Dengan sugesti penyembuhan (hypno-therapeutic), hypnotherapy dapat memodifikasi perilaku klien mulai dari emosional, sikap, serta berbagai macam kondisi termasuk kebiasaan buruk, kecemasan, stres yang berhubungan dengan penyakit akut maupun kronis, manajemen rasa sakit dan nyeri, dan pengembangan pribadi manusia.

Hypnotherapist adalah seorang terapis yang menggunakan hypnosis sebagai prosedur utama dalam membantu klien untuk mencapai tujuan mereka. Seorang hypnotherapist seringkali memiliki perbedaan pandang dengan terapist emosional lainnya dikarenakan hypnotherapist berfokus pada peran pikiran bawah sadar (subsconcious) klient serta pengaruhnya di dalam kehidupan klien.

c700x420 (1)

Profesi Hypnotherapist sebenarnya telah muncul sejak tahun 1973, saat itu Dr. John kappa, pendiri Hypnosis Motivation Institute (HMI), menulis dan mendefinisikan profesi seorang hipnoterapis di Federal Dictionary of Occupational Titles yaitu seseorang yang :

  1. Menginduksi seseorang hingga menuju ke kondisi hipnosis guna memotivasi klien untuk meningkatkan atau mengubah pola perilaku.
  2. Melakukan konsultasi kepada klien untuk menentukan inti permasalahan (core of Problems).
  3. Mempersiapkan klien untuk memasuki kondisi hipnosis dengan menjelaskan bagaimana hypnosis bekerja dan apa saja akan dirasakan atau dialami oleh klien.
  4. Melakukan serangkaian tes untuk menentukan tingkat sugesti baik secara fisik maupun emosional klien.
  5. Menggunakan metode dan teknik hypnosis berdasarkan interpretasi dan analisa masalah klien.
  6. Melatih klien untuk mampu melakukan kondisi self hypnosis secara sempurna.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × three =