Hipnotis, Hipnosis atau Hipnotisme ?

Penasaran-Hipnotis-Hanya-Dengan-Mata

Hipnotis, Hipnosis, atau Hipnotisme ? Banyak orang awam yang tidak tahu arti dan perbedaan tentang kosakata atau istilah tersebut secara tepat, dan bahkan cenderung menyamaratakan atau memaknai sama, bahwa Hipnotis, Hipnosis, atau Hipnotisme adalah sama dengan “Gendam” dan atau identik dengan hal-hal yang “berbau mistis” dan “kekuatan hitam”.

Karena masih minimnya sosialisasi pemahaman tentang proses kegiatan hipnosis secara lebih lanjut oleh para praktisi hipnosis di Indonesia, termasuk pengaruh maraknya tontonan “stage hypnotist” di berbagai media televisi, maka wajar apabila masih banyak persepsi di tengah-tengah masyarakat kita bahwa Hipnotis, Hipnosis, atau Hipnotisme adalah “negatif” dan “menyeramkan”.

Menurut dr. Tubagus Erwin Kusuma, SpKj (K) ada delapan (8) pandangan yang tumbuh di masyarakat tentang hipnosis antara lain sebagai berikut :

1. Pandangan tidak tahu menahu tentang hipnosis
Tipe orang yang tidak tahu menahu sering kali terjadi karena tidak adanya sosialisasi hipnosis di masyarakat. Masyarakat yang jauh dari informasi seperti teknologi internet, perpustakaan, sekolah dan lain-lain menyulitkan seseorang untuk mengakses informasi-informasi terkini.

2. Pandangan tidak tahu, tapi menerapkan
Masyarakat yang tidak mengetahui hipnosis mungkin saja telah mempraktikkan konsep hipnosis dalam kehidupannya sehari-hari. Misalnya : Seorang guru yang piawai memberikan motivasi kepada anak didiknya, seorang bidan yang mampu memberikan kenyamanan dan ketenangan kepada seorang ibu pada saat persalinan berlangsung, seorang ibu yang mampu meredam keinginan anaknya untuk terus bermain dan mampu menyuruh anak untuk belajar, dan seorang ustadz/ustadzah yang sangat digandrungi jemaahnya karena mampu berceramah yang dapat menggugah dan menentramkan hati orang banyak.

3. Tidak mau tahu
Tipe ini telah mengetahui hipnosis, mungkin dari berbagai buku-buku yang bertemakan hipnosis, talkshow, ceramah, pertemuan yang kebetulan membahas hipnosis namun tidak perduli atau cuek terhadap hipnosis karena merasa tidak berkepentingan dan belum mau menerima apa itu hipnosis. Mereka menganggap tidak mempelajari hipnosis pun tidak merugikan dirinya atau hipnosis bagaikan angin lalu yang cukup dijadikan dongeng belaka.

4. Tahu sedikit, tetapi salah tanggap
Hal itu layaknya saat kita memandang gunung dari jarak kejauhan sehingga terlihat bagaimana warna biru menyelimuti gunung yang kita lihat tersebut. Namun sebenarnya dibalik warna biru tersebut, semakin kita mendekati gunung tersebut, akan terlihat bagaimana rimbunnya pepohonan berwarna hijau menyelimuti gunung. Begitu juga dengan ilmu hipnosis, oleh karena yang mereka sering lihat adalah hipnosis panggung atau stage hypnosis sehingga tercipta ilusi-ilusi negatif sebagai persepsi sementara yang diyakini sebagai kebenaran. Dimana mereka menganggap bahwa ilmu hipnosis adalah bagian ilmu yang menggunakan kekuatan makhluk halus atau ilmu sihir dengan mantra-mantra tertentu yang dipergunakan untuk mempengaruhi orang lain.

5. Tahu sedikit, tetapi takut mendalaminya
Bagi masyarakat yang sudah terkena dogma atau anjuran-anjuran dari seseorang yang memang tahu, tetapi salah tanggap, biasanya mereka enggan dan takut untuk mendalaminya (xenophobia), apalagi hal itu diperkuat dengan alasan-alasan misalnya berhubungan dengan syariat agama tertentu, tradisi, adat istiadat dan semacamnya. Dengan demikian mereka menganggap bahwa lebih baik menjauhi hal-hal yang buruk daripada berkecimpung dengan hal-hal yang membuat dirinya menentang ajaran yang telah mereka imani.

6. Tahu dan menggunakannya, tetapi tidak mengakuinya
Ada juga tipe masyarakat yang telah mengenal hipnosis dan menggunakannya sehari-hari, tetapi sering menyangkal bahwa itu bukanlah hipnosis. Misalnya : seseorang yang mampu melakukan meditasi hingga menuju ke kondisi deep alpha dan deep theta seringkali menyangkal bahwa teknik yang mereka gunakan sama sekali tidak menggunakan teknik hipnosis. Atau misalnya pada pemograman diri, motivasi dan perenungan, yang intinya adalah merelaksasikan tubuh dan pikiran pesertanya, sering dianggap bukan hipnosis dan bebas dari unsur hipnosis.

7. Menggunakannya, tetapi juga menentangnya (ambivalen)
Tipe ini sering menggunakan hipnosis dan sekaligus menentangnya. Hal ini cukup banyak terjadi di masyarakat kita. Mereka berpendapat bahwa sebaiknya hipnosis tidak digunakan karena berkaitan dengan unsur-unsur negatif. Namun dalam pidato atau ceramahnya mereka tidak menyadari bahwa konsep-konsep indirect hypnosis sering digunakan dalam ceramah, pengajaran dan segala macam bentuk pembelajaran.

8. Menggunakan secara fanatik picik (panacea, cure-all)
Seringkali orang yang telah mempelajari hipnosis dalam kesehariannya dan memperdalam keilmuan hipnosis juga terlalu fanatik terhadap berbagai manfaat hipnosis. Mereka sangat fanatik dan menganggap bahwa hipnosis sebagai teknik yang “luar biasa” dan dapat digunakan untuk menuntaskan berbagai permasalahan, sampai-sampai segala macam penyakit, baik fisik maupun non fisik diyakini hanya dapat dituntaskan dengan teknik hipnosis. Hal itu dapat berdampak negatif terhadap mekanisme atau proses penyembuhan yang membutuhkan penanganan khusus. Misalnya : orang yang mengalami sakit jiwa sebaiknya ditangani oleh seseorang yang kompeten (psikiater) dan tidak direkomendasikan untuk diterapi dengan hipnosis, dst. Karena setiap metode memiliki ranahnya masing-masing. Hipnosis merupakan salah satu dari berbagai ragam cara dalam meningkatkan kualitas mental dan spiritual hidup seseorang.

Sebagian praktisi hipnosis di Indonesia menganggap bahwa kosakata “hipnotis” dan “hipnosis”, pada prinsipnya berkesesuaian makna karena dianggap sama-sama diterjemahkan dari kosakata bahasa Inggris “hypnosis”. Namun, sebagian lagi menolak penggunaan kata “hipnotis” dijadikan sebagai padanan kata dari “hipnosis”. Karena kosakata “hipnotis” diadaptasi dari bahasa Inggris “hypnotist” yang berarti pelaku kegiatan hipnosis. Sedangkan “hipnotisme” (dari kata “hypnotism”) yang bisa diartikan sebagai “segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan hipnosis”

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 5 =